Netflix Resmi Dibuka Lagi! Setelah Diblokir…

Netflix Resmi Dibuka

Seringkali kita merasakan bosan, untuk mengisi hari yang bosan bisa dilakukan dengan cara menonton Film. Semua orang pasti memiliki film favorite yang pasti berbeda-beda, dimulai dari genre film, actor, alur, dan lain-lain. Tetapi menonton film, yang pasti harus dari website yang legal.

Situs menonton film online atau streaming film gratis seperti indoxxi, LK21, dan Ganool sangat populer di dunia maya. Meski bisa diakses secara gratis, situs Indo XXI, LK21, dan Ganool justru berbahaya bagi pengguna gadget.

Jika streaming film di situs tersebut, bisa terjadi pencurian data pribadi atau hacking informasi sensitif, seperti identitas, nomer rekening, dan lainnya. Karena itu, sebaiknya berpikir panjang dan berhati-hati jika ingin mengakses situs streaming film IndoXXI, LK21, dan Ganool.

Ada situs resmi yang legal dan baru dibuka oleh pihak Telkom, setelah sekian lama tidak bisa diakses yakni Netflix.
Netflix adalah layanan streaming berbasis langganan yang dapat menonton acara TV dan film tanpa iklan di perangkat/gadget yang terhubung ke Internet.

Netflix Resmi Dibuka

Netflix Resmi dibuka

Netflix Resmi dibuka lagi per Selasa 7 Juli 2020, Telkom Group akhirnya membuka blokir atas layanan video on demand Netflix. Hal ini tentunya menjadi berita baik bagi para penggemar saluran Netflix. Kini para pengguna IndiHome, Telkomsel, dan wifi.id bisa menikmati layanan yang ada di Netflix.

Tak selalu mulus, sebelum akhirnya dibuka kembali, Netflix sempat memiliki hubungan yang rumit dengan Telkom Group. Setidaknya selama 4 tahun, tayangan dari saluran ini harus mengalami pemblokiran.

Netflix mulai diblokir pada 27 Januari 2016. Berikut beberapa fakta terkait relasi Telkom Group dengan Netflix.

Netflix Resmi Dibuka
Netflix Resmi Dibuka

Diblokir Karena Tak Punya Izin

Sebelum akhirnya dibuka pada 2020, Netflix sempat mengalami pemblokiran oleh pihak Telkom Group. Bukan tanpa alasan, pihak Telkom Group membeberkan sejumlah alasan mengapa Netflix diblokir. Menurut pihaknya, Netflix tidak memiliki izin serta memuat konten yang tidak diperbolehkan di Indonesia.

“Kami memblokir Netflix karena tidak memiliki izin dan memuat konten yang tidak diperbolehkan. Kami ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN), harus menjadi contoh dan menjunjung tinggi Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) dalam berbisnis,” kata Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan kala itu.

Pernah Mau Membuka Blokir dari 2017 Tapi Terlaksana

Keputusan pemblokiran ini tentu memicu banyak respon dari masyarakat. Banyak yang mengecam aksi Telkom Group yang memblokir Netflix.

Baik pihak Telkom Group maupun Netflix sebenarnya telah melakukan berbagai pembicaraan, namun belum mendapat katas sepakat.

Wacana dibukanya pemblokiran Netflix sempat mencuat pada 2017. Hal itu dapat dilakukan jika pihak Netflix mematuhi aturan di Indonesia terkait soal sensor. Namun lagi-lagi hal itu tak kunjung terjadi hingga 2020 ini.

 

Take Down Konten dan Pemberdayaan Pembuat Konten Lokal Diutamakan

Melansir dari Liputan6, pada awal Juni, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Telkom mempertimbangkan kesanggupan Netflix memenuhi regulasi pemerintah.

Regulasi tersebut mengacu pada proses take down dan pemberdayaan pembuat konten lokal.

“Sudah ada progress ke arah situ. Kami hanya perlu mencari titik temunya,” kata Ririek.

Kini Resmi Dibuka

Setelah menjalani lika-liku masalah regulasi, Telkom Group akhirnya membuka pemblokiran Netflix pada 7 Juli 2020. Hal ini didasari perubahan Netflix yang menyanggupi regulasi di Indonesia.

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, Telkom Group mengapresiasi perubahan itu dan memberikan kesempatan para pelanggan dapat mengaksesnya.

“Pendekatan yang dimaksud adalah Netflix menunjukkan komitmennya untuk serius dapat diterima masyarakat Indonesia melalui langkah-langkah yang dilakukannya,” tutur Arif dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (7/7/2020).

Selain itu Netflix juga telah menyanggupi untuk mematuhi “Self Regulatory Code for Subscription Video on Demand Industry in ASEAN”.

Sehingga Netflix tidak akan menayangkan konten yang mengandung pornografi anak, terorisme, melanggar hak cipta,  dan melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) serta tayangan yang mendiskreditkan kelompok masyarakat tertentu.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *